Rabu, 10 Januari 2018


Diabad 21 ini masih ada saja lapisan sosial dan kesamaan derajat. Dan tentu nenek moyang kita yang mewariskan ini. bahkan sebemum adanya masehi kita sudah ada kalangan raja, prajurit, pedangan, budak. itulah sedikit gambaran. 

Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat dicantumkan di sini :
1. Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
2. Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
3. Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
4. Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).
5. Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Lapisan sosial pastilah terjadi dimana-mana, bukan hanya kalangan kelas atas namun juga kalangan kelas bawah maupun menengah. Saya akan menjelaskan tentang lapisan sosial dan masyarakat didaerahKu. Masyarakat didaerahKu rata-rata masyarakat menegah kebawah dan keatas, jarang yang konglomerat. DaerahKu masih ada perkampungan yang jalannya cuma bisa dilewati motor dan satu mobil, yaitu di Tajurhalang, Bogor. 

LingkunganKu yang menegah kebawah cenderung pergi kepasar yang ada didekat rumah. Pasar dirumahKu menurutKu lengkap, disana kamu bisa membeli apa saja, dan tentunya bisa ditawar. Masyarakat kelas menegah kebawah pun pergi kepasar, tetapi perbedaannya terletak pada apa yang dibeli. Masyarakat kelas bawah cenderung membeli sayur mayur dan kadang kadang daging ayam ataupun sapi. Tapi masyarakat kelas menegah kebawah cenderung membeli makanan sehat lima sempurna.

Pergaulan anak-anak juga berbeda, menengah kebawah cenderung bermain permainan tradisional, layangan, bola, gangsing, kelereng dan kadang-kadang ada juga yang suka pergi kewarnet untuk sekedar main game online. Tetapi masyarakat kelas menegah keatas bermain permainan modern yaitu gadget, ataupun mungkin nonton youtube sampai kuota orangtuanya habis.
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!